it's was me

it's was me

Selasa, 22 Mei 2012

Langit Sukabumi (Ujung Genteng)

Kaki ku berpijak, biru membentang dan tak'kan terhempas. Hijau menyambut eloknya dunia kecil Sukabumi. Tak lepas aku berpikir, menyaksikan indah sambungan tangan-Nya yang tak henti berkarya.

Bicara dalam hening, dan akupun terkagum. Mungkin aku terlalu pemalu untuk berteriak, dan juga mungkin aku terlalu berisik untuk diam. Tapi ribuan pemikiran bergeliat menyita semua pikiran ku.

Melepas semua penat, aku berjalan menyongsong tawa. Terjaga, aku tak mengerti apa-apa, dunia baru yang seminggu akan kulalui. Mungkin indah, apakah akan ada sengsara? Tanya itu sesaat muncul, mencoba mengusir gundah, mencoba mengusir takut.

Dengan menelusuri barisan jejak, untuk sampai dalam susana rahasia. Biarkan kulalui, cukup penuh rahasia. Hanya angin ini, tempat tanah berpijak, Tuhan dan aku yang akan jalaninya. Yang menyimpan semua senyuman kecil dalam secangkir teh, yang menyimpan sedikit kecewa tapi akan berakhir bahagia. Yang menyimpan segudang kekaguman untuk kehidupan dalam rumah sederhana., yang menyimpan segala lelah dalam sembilan jam perjalanan, dan menuangkannya dalam langit terang perjumpaan dengan bahagia.

Aku di sini, sudah di tempat yang berbeda. Aku akan merindukan langit Sukabumi, rumah sederhana namun tercelup semua bahagia, tawa lepas yang tak mungkin ku temui di Jakarta. Biarkan ini tak hanya jadi kenangan. Meski terasa jauh, tapi suasana bersahabat selalu terlibat dalam pikir dan bayangan.




PS: Berterimakasih untuk KENANGAN. Meski waktu berjalan seperti putaran, ada kenangan yang bisa di bawa pulang dari masa lalu, atau pun sesuatu yang rasanya tak bisa di beli dengan waktu. Bersyukur punya kenangan yang indah, pahit, manis, dan berbagai rasa lainnya yang pernah di rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar