Hey perempuan cantik yang aku panggil DeSay,
Sebelum nya terimakasih atas renungan harian yang biasa kau kirimkan untuk ku setiap pagi. Aku terharu ingin memelukmu. Mungkin saat ini hanya dapat sebatas emote peluk itu. Aku memang seorang kakak yang di hadiahi banyak adik-adik manis. Tapi tak ada yang semanis diri mu. Seperti menjaga ku dari kejauhan, seperti menekankan kalau aku tak pernah sendirian. Memberikan perhatian yang kau titipkan lewat kata-kata. Membantuku lewati masa sulit ku. Menemaniku dengan kata-kata penyemangatmu. Dan hal yang paling manis adalah ketika kau ingin terbang melesat di dekatku ketika ku hadapi susahku. Mungkin kadang kau tak banyak bicara, tapi kau selalu menunjukan kau tetap ada di sana. Berbagi denganmu adalah hal menyenangkan yang suka ku lakukan. Mungkin memang kau adik kiriman Tuhan.
Aku ingat beberapa bulan lalu, kita hanya dua perempuan yang bercerita lewat surat jejaring sosial. Dua perempuan yang tak saling kenal, beda usia, terpaut jarak. Tapi sekarang kita sepasang kakak beradik yang saling mengirimi renungan harian setiap pagi. Dari puluhan kakak-kakak mu aku adalah salah satu yang peduli pada mu. Jadi jangan pernah sungkan untuk cerita padaku, hal apapun yang mengganjal hatimu. Sudah berkali banyak adik-adik manis yang datang lalu pergi, aku hanya meminta agar kau tetap di sini.
DeSay @DCkaiin aku sayang sekali padamu. Jaga dirimu baik-baik di sana, tunggu sampai Tuhan mendekatkan kita untuk bertemu lagi mata demi mata. Aku percaya pada jarak, dia tak pernah bermaksud menjauhkan. Ia justru mendekatkan.