Untuk harapan dan angan-angan.
Lalu, untuk yang sudah berlalu, melihat masa lalu dan membiarkannya berlalu.
Berlalu tanpa meninggalkan pesan, atau tak sadar adanya pesan?
Mungkin, lalu hanya untuk yang lalu... Kedewasaan belum terlahir, atau takan terlahir?
Ingatlah, itu hanya yang lalu hanya untuk berlalu.
Hahhhhh, bodoh!!!!!
Tak sadarkah? banyak orang hebat di sana perantara Tuhan.
Yang datang hanya untuk saya, saya dan saya. Saya yang tidak tahu akan arti Terim Kasih.
Bertindak menyalahi kodrat, selalu saja berkaca pada masa lalu.
Tidak kembali untuk yang lalu, hanya menyambut yang nanti.
Yang nanti akan menembus gelap, datangkan terang.
Ya aku tak mau gelap, aku takut gelap !!
Melayangkan pandangan pada satu tujuan, bukan pada hujan.
Menfaatkan sesuatu dari yang lalu, pesan yang tersirat dari yang lalu, ilmu yang terbawa dari yang lalu.
Akan ada hubungan dari yang lalu dan yang nanti.
Terima kasih waktu, terima kasih kesempatam, terimakasih yang lalu yang mengisi, terimakasih untuk senyuman yang lalu.
Yang lalu adalah penghubung yang nanti.
it's was me
Selasa, 21 Februari 2012
Jumat, 10 Februari 2012
Antara 31 dan 1
Angka saksi bisu kelam hidup ku, angka tau berapa kali tersakiti, hari yang berganti dan berlalu, jadi asa kapan pedih terakhir.
31 awal penderitaan, hari yang berhias air mata. Waktu berlalu penuh penantian, entah sampai kapan kan sirna. 1 tak pernah terucap riang, selalu saja ada kesulitan menghadang.
Antara 31 dan 1 akan ku kenang, untaian kasih yang buat jiwa ku tenang. Tiap penderitaan ku anggap angin lalu.
Tapi hati ku bukan lah batu, saat itu memang dapat ku tahan. Tapi kini cukup sekian
31 awal penderitaan, hari yang berhias air mata. Waktu berlalu penuh penantian, entah sampai kapan kan sirna. 1 tak pernah terucap riang, selalu saja ada kesulitan menghadang.
Antara 31 dan 1 akan ku kenang, untaian kasih yang buat jiwa ku tenang. Tiap penderitaan ku anggap angin lalu.
Tapi hati ku bukan lah batu, saat itu memang dapat ku tahan. Tapi kini cukup sekian
Selasa, 07 Februari 2012
Terang Untuk Jalan Ku
Mungkin ini akan menjadi tulisan yang sangat bodoh, seperti hal nya di mana kamu ditanya berapa jumlah 1+1 dan kamu menjawab 3.
Mungkin akan terkesan LEBAY bagi pembaca yang sengaja atau tidak sengaja membacanya. Seperti menulis apa yang ada di dalam hati dan pikiran di tempat yang tidak privacy, dan yang paling sedih nya mungkin ini akan jadi penyesalan ketika kamu membaca nya !!!
Tapi jujur, ini dari hati !!
sekali lagi.....
INI DARI HATI !!!
Pertemuan tidak ada yang di rencanakan, terjadi begitu saja. Bertemu sekali, dua kali, tiga kali hingga berkali-kali. Sampai akhirnya, ada rasa tidak ingin bertemu kembali.
Semua hal, semua kejadian dan semua rasa yang boleh hadir itu buat tambahan doa pribadi.
Ya, itu akan jadi pokok dalam doa ku.
Hingga akhirnya Tuhan memberi semacam tanda yang (semoga saja) saya benar mengartikannya.
Banyak hal postif dan negatif, dalam proses perjalanannya. Seperti bersama mendayung di sungai yang nampak indah, tapi kamu tau ada bahaya di dalamnya. Ketika dayungan sudah tak seirama lagi dan seimbang, tidak menutup kemungkinan, perahu cantik dan idaman mu goyah. Ya idaman, karena kamu ingin lakukan perjalanan. Lebih parahnya lagi bisa terbalik *Tuhan jangan buat perahu saya jatuh*
Hal yang tidak pernah terpikirkan dan hal yang pernah terpikirkan terjadi (kembali). Dan mungkin Tuhan mau saya terus belajar. Entah mau seperti apa yang ingin saya tulis, tapi sesak yang terasa, buat saya makin takut dan hilang arah !!
TUHAN.....
Jalan ku serasa gelap !! (teriak ku), Tuhan seperti berbisik, tapi sulit ku tangkap semua katanya. Namun dengan setengah sadar aku berpikir, ya... mungkin aku salah, sengaja mematikan lampu jalan ku !! Tuhan... sudah ku nyalakan kembali, minyak lampu ku habis *senyumku kembali* Tuhan bilang " Jangan matikan lampu mu sayang..."
Aku jawab dengan memohon, "Mau ku Tuhan, tuntun aku"
Dalam Perjalanan mengayuh perahu, aku bertemu dengan pengayuh lain. Mereka juga sedang mengalami perjalanan yang sama dengan ku. Ada yang sendiri, ada yang berdua dan ada yang beramai-ramai. Sempat terpikir untuk mengajak teman lain untuk bersama mengayuh, karena aku berpikir akan membantu perjalanan ku, atau bahkan menggati partner, karena aku berpikir dia tidak sama gerakan sewaktu mengayuh. Dan akupun menggantinya.
Setelah aku berpikir itu adalah teman yang pas, akupun memberinya tempat di perahu ku. Sewaktu perjalanan kami berbagi kisah agar langkah perahu kami tidak membosankan. Sampai akhir nya aku memutuskan untuk tidak ingin membagi kisah ku terlalu panjang untuk kalian (pembaca). Perjalanan itu biar menjadi data yang ku simpan dalam memori ku.
Saat perjalanpun ada waktunya aku mematikan lampu perahu ku, karena aku tau mata teman ku lebih awas dibandingkan lampu ku, aku percayakan padanya untuk membawa perahu kami.. Semuapun seturut pemikiran ku, kemampuannya membawa ku percaya semuanya.
Sampai akhirnya aku berpikir,
Apa kau membawaku ke jalan yang ingin ku tuju? Benar ini jalan nya? Apa kita tidak salah arah?
Apa kamu rasa jalan ini benar? Apa ini tidak berbahaya?
Takut, angin terasa begitu kencang untuk perahu kita, takut binatang buas yang akan mengganggu perjalanan kita, takut semua akan buat PERAHU KITA TAK SEINDAH PERTAMA WAKTU KU KAYUH.
Sampai malam, di mana takut ini bergelombang dengan tingginya, sama seperti perahu ku yang tampak mulai oleng. Dan akupun berteriak "Teman, benarkah jalan kita?"
Tuhan redakanlah gelombang dalam hatiku, Tuhan berikan arah pada ku dan teman ku, aku tidak ingin kami salah jalan. Tuhan, masihkah Kau memandangku? Sudah berpalingkah? Masihkah Kau menyertai ku? Sudah lelahkah? Masihkah Kau jadi terangku yang tidak padam dan tidak seperti lampuku?
Tuhan, aku mohon tetaplah jadi pelita abadi ku
Tetaplah tampar ketika aku salah dalam melangkah, karna di situ aku yakin Kau tetap bersama ku dan di situ aku tau aku salah. Di situ aku tau Kau berlari hendak menggendong ku dan di situ aku tau, Kau isi lampuku dengan terang Mu.
Mungkin di sini aku bisa menuangkan tiap takut yang ada dalamku. Mungkin di sini juga kau akan bingung dengan alur jalan ku yang tidak di mengerti. Mungkin di sini kalian akan berpikir "How stupid you are". Tapi di sini juga aku meminta maukah kamu berdoa untuk ku? Aku lemah tanpa Tukkanku, aku juga lemah tanpa doamu untuk Tuhanku.
Terima Kasih sudah menemani takut ku.
Ps: Janganlah takut, sebab aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yesaya 41 : 10)
Mungkin akan terkesan LEBAY bagi pembaca yang sengaja atau tidak sengaja membacanya. Seperti menulis apa yang ada di dalam hati dan pikiran di tempat yang tidak privacy, dan yang paling sedih nya mungkin ini akan jadi penyesalan ketika kamu membaca nya !!!
Tapi jujur, ini dari hati !!
sekali lagi.....
INI DARI HATI !!!
Pertemuan tidak ada yang di rencanakan, terjadi begitu saja. Bertemu sekali, dua kali, tiga kali hingga berkali-kali. Sampai akhirnya, ada rasa tidak ingin bertemu kembali.
Semua hal, semua kejadian dan semua rasa yang boleh hadir itu buat tambahan doa pribadi.
Ya, itu akan jadi pokok dalam doa ku.
Hingga akhirnya Tuhan memberi semacam tanda yang (semoga saja) saya benar mengartikannya.
Banyak hal postif dan negatif, dalam proses perjalanannya. Seperti bersama mendayung di sungai yang nampak indah, tapi kamu tau ada bahaya di dalamnya. Ketika dayungan sudah tak seirama lagi dan seimbang, tidak menutup kemungkinan, perahu cantik dan idaman mu goyah. Ya idaman, karena kamu ingin lakukan perjalanan. Lebih parahnya lagi bisa terbalik *Tuhan jangan buat perahu saya jatuh*
Hal yang tidak pernah terpikirkan dan hal yang pernah terpikirkan terjadi (kembali). Dan mungkin Tuhan mau saya terus belajar. Entah mau seperti apa yang ingin saya tulis, tapi sesak yang terasa, buat saya makin takut dan hilang arah !!
TUHAN.....
Jalan ku serasa gelap !! (teriak ku), Tuhan seperti berbisik, tapi sulit ku tangkap semua katanya. Namun dengan setengah sadar aku berpikir, ya... mungkin aku salah, sengaja mematikan lampu jalan ku !! Tuhan... sudah ku nyalakan kembali, minyak lampu ku habis *senyumku kembali* Tuhan bilang " Jangan matikan lampu mu sayang..."
Aku jawab dengan memohon, "Mau ku Tuhan, tuntun aku"
Dalam Perjalanan mengayuh perahu, aku bertemu dengan pengayuh lain. Mereka juga sedang mengalami perjalanan yang sama dengan ku. Ada yang sendiri, ada yang berdua dan ada yang beramai-ramai. Sempat terpikir untuk mengajak teman lain untuk bersama mengayuh, karena aku berpikir akan membantu perjalanan ku, atau bahkan menggati partner, karena aku berpikir dia tidak sama gerakan sewaktu mengayuh. Dan akupun menggantinya.
Setelah aku berpikir itu adalah teman yang pas, akupun memberinya tempat di perahu ku. Sewaktu perjalanan kami berbagi kisah agar langkah perahu kami tidak membosankan. Sampai akhir nya aku memutuskan untuk tidak ingin membagi kisah ku terlalu panjang untuk kalian (pembaca). Perjalanan itu biar menjadi data yang ku simpan dalam memori ku.
Saat perjalanpun ada waktunya aku mematikan lampu perahu ku, karena aku tau mata teman ku lebih awas dibandingkan lampu ku, aku percayakan padanya untuk membawa perahu kami.. Semuapun seturut pemikiran ku, kemampuannya membawa ku percaya semuanya.
Sampai akhirnya aku berpikir,
Apa kau membawaku ke jalan yang ingin ku tuju? Benar ini jalan nya? Apa kita tidak salah arah?
Apa kamu rasa jalan ini benar? Apa ini tidak berbahaya?
Takut, angin terasa begitu kencang untuk perahu kita, takut binatang buas yang akan mengganggu perjalanan kita, takut semua akan buat PERAHU KITA TAK SEINDAH PERTAMA WAKTU KU KAYUH.
Sampai malam, di mana takut ini bergelombang dengan tingginya, sama seperti perahu ku yang tampak mulai oleng. Dan akupun berteriak "Teman, benarkah jalan kita?"
Tuhan redakanlah gelombang dalam hatiku, Tuhan berikan arah pada ku dan teman ku, aku tidak ingin kami salah jalan. Tuhan, masihkah Kau memandangku? Sudah berpalingkah? Masihkah Kau menyertai ku? Sudah lelahkah? Masihkah Kau jadi terangku yang tidak padam dan tidak seperti lampuku?
Tuhan, aku mohon tetaplah jadi pelita abadi ku
Tetaplah tampar ketika aku salah dalam melangkah, karna di situ aku yakin Kau tetap bersama ku dan di situ aku tau aku salah. Di situ aku tau Kau berlari hendak menggendong ku dan di situ aku tau, Kau isi lampuku dengan terang Mu.
Mungkin di sini aku bisa menuangkan tiap takut yang ada dalamku. Mungkin di sini juga kau akan bingung dengan alur jalan ku yang tidak di mengerti. Mungkin di sini kalian akan berpikir "How stupid you are". Tapi di sini juga aku meminta maukah kamu berdoa untuk ku? Aku lemah tanpa Tukkanku, aku juga lemah tanpa doamu untuk Tuhanku.
Terima Kasih sudah menemani takut ku.
Ps: Janganlah takut, sebab aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yesaya 41 : 10)
Rabu, 01 Februari 2012
Saat Kau Pergi
Saat kau berbalik, ada air mata d sini !!
DI PIPI KU !!
Saat yang terlihat hanya punggung mu
Ada kesepian yang tiba-tiba menyelimuti ku..
Di sini... Di hati ku...
Benar-benar sunyi..
Hampa...
Saat kau melangkah pergi
Ada luka yang tertinggal...
Aku sadar kau sangat berarti bagi ku
Saat wajah mu sudah tak terlihat lagi
Aku menangis di kedalaman kalbu...
Tapi masih ada harapan dan doa...
Yang menghiasi hati ku..
SEMOGA KELAK KAU AKAN KEMBALI BERSAMA KU DISINI
DI PIPI KU !!
Saat yang terlihat hanya punggung mu
Ada kesepian yang tiba-tiba menyelimuti ku..
Di sini... Di hati ku...
Benar-benar sunyi..
Hampa...
Saat kau melangkah pergi
Ada luka yang tertinggal...
Aku sadar kau sangat berarti bagi ku
Saat wajah mu sudah tak terlihat lagi
Aku menangis di kedalaman kalbu...
Tapi masih ada harapan dan doa...
Yang menghiasi hati ku..
SEMOGA KELAK KAU AKAN KEMBALI BERSAMA KU DISINI
Dan Itu Terjadi
It's quarter after one, i'm a little drunk and i need you now.
Said i wouldn't call but i lost all control and i need you now.
And i don't know how i can do without.
I just need you now (Lady Antebellum - Need You Now)
Sepengal lirik yang kita dengar bersama, lalu kamu katakan "Ah itu mah yang suka di puter di GenFm"
Said i wouldn't call but i lost all control and i need you now.
And i don't know how i can do without.
I just need you now (Lady Antebellum - Need You Now)
Sepengal lirik yang kita dengar bersama, lalu kamu katakan "Ah itu mah yang suka di puter di GenFm"
Lalu dengan cepat aku menjawab "Emang iya, tapi aku suka lagunya baboon"
Entah kenapa saya terlalu (sangat) suka lagu-lagu seperti itu, ya sebut saja lagu galau. Ya memamg saya sangat lembut (cewe banget), jadi apa-apa selalu pake perasaan. Kembali ke topik utama lagu ini. Lagu Lady Antebellum ini benar-benar jadi kenangan tersendiri untuk saya.
Ya aku mengalami lagu ini, aku benar-benar kehilangan seseorang d objek ini, sebut saja dia BABOON panggilan kesayangan ku untuk nya. Ya memang sudah lama aku berpisah dengan nya sudah 7 Bulan saya berpisah dengan dia tapi 1 Tahun lalu kami menjalin hubungan.
Saat aku kehilangan dia,, pahit bahkan sangat pahit. Tapi aku yakin akan kata-katanya pada ku "Pasti ada yang lebih baik dari aku, untuk kamu" blaasssstttt (hening)
Awalnya aku tak menerima, ya mungkin hanya karna tak terbiasa tanpa dia. Tapi sekarang AKU BISA TANPA MU.
PS: Selama ada niat pasti ada jalan keluar.
Langganan:
Postingan (Atom)