it's was me

it's was me

Selasa, 07 Februari 2012

Terang Untuk Jalan Ku

Mungkin ini akan menjadi tulisan yang sangat bodoh, seperti hal nya di mana kamu ditanya berapa jumlah 1+1 dan kamu menjawab 3.
Mungkin akan terkesan LEBAY bagi pembaca yang sengaja atau tidak sengaja membacanya. Seperti menulis apa yang ada di dalam hati dan pikiran di tempat yang tidak privacy, dan yang paling sedih nya mungkin ini akan jadi penyesalan ketika kamu membaca nya !!!
Tapi jujur, ini dari hati !!
sekali lagi.....
INI DARI HATI !!!


Pertemuan tidak ada yang di rencanakan, terjadi begitu saja. Bertemu sekali, dua kali, tiga kali hingga berkali-kali. Sampai akhirnya, ada rasa tidak ingin bertemu kembali.
Semua hal, semua kejadian dan semua rasa yang boleh hadir itu buat tambahan doa pribadi.
Ya, itu akan jadi pokok dalam doa ku.

Hingga akhirnya Tuhan memberi semacam tanda yang (semoga saja) saya benar mengartikannya.

Banyak hal postif dan negatif, dalam proses perjalanannya. Seperti bersama mendayung di sungai yang nampak indah, tapi kamu tau ada bahaya di dalamnya. Ketika dayungan sudah tak seirama lagi dan seimbang, tidak menutup kemungkinan, perahu cantik dan idaman mu goyah. Ya idaman, karena kamu ingin lakukan perjalanan. Lebih parahnya lagi bisa terbalik *Tuhan jangan buat perahu saya jatuh*


Hal yang tidak pernah terpikirkan dan hal yang pernah terpikirkan terjadi (kembali). Dan mungkin Tuhan mau saya terus belajar. Entah mau seperti apa yang ingin saya tulis, tapi sesak yang  terasa, buat saya makin takut dan hilang arah !!

TUHAN.....
Jalan ku serasa gelap !! (teriak ku), Tuhan seperti berbisik, tapi sulit ku tangkap semua katanya. Namun dengan setengah sadar aku berpikir, ya... mungkin aku salah, sengaja mematikan lampu jalan ku !! Tuhan... sudah ku nyalakan kembali, minyak lampu ku habis *senyumku kembali* Tuhan bilang " Jangan matikan lampu mu sayang..."
Aku jawab dengan memohon, "Mau ku Tuhan, tuntun aku"

Dalam Perjalanan mengayuh perahu, aku bertemu dengan pengayuh lain. Mereka juga sedang mengalami perjalanan yang sama dengan ku. Ada yang sendiri, ada yang berdua dan ada yang beramai-ramai. Sempat terpikir untuk mengajak teman lain untuk bersama mengayuh, karena aku berpikir akan membantu perjalanan ku, atau bahkan menggati partner, karena aku berpikir dia tidak sama gerakan sewaktu mengayuh. Dan akupun menggantinya.

Setelah aku berpikir itu adalah teman yang pas, akupun memberinya tempat di perahu ku. Sewaktu perjalanan kami berbagi kisah agar langkah perahu kami tidak membosankan. Sampai akhir nya aku memutuskan untuk tidak ingin membagi kisah ku terlalu panjang untuk kalian (pembaca). Perjalanan itu biar menjadi data yang ku simpan dalam memori ku.

Saat perjalanpun ada waktunya aku mematikan lampu perahu ku, karena aku tau mata teman ku lebih awas dibandingkan lampu ku, aku percayakan padanya untuk membawa perahu kami.. Semuapun seturut pemikiran ku, kemampuannya membawa ku percaya semuanya.

Sampai akhirnya aku berpikir,
Apa kau membawaku ke jalan yang ingin ku tuju? Benar ini jalan nya? Apa kita tidak salah arah?
Apa kamu rasa jalan ini benar? Apa ini tidak berbahaya?
Takut, angin terasa begitu kencang untuk perahu kita, takut binatang buas yang akan mengganggu perjalanan kita, takut semua akan buat PERAHU KITA TAK SEINDAH PERTAMA WAKTU KU KAYUH.

Sampai malam, di mana takut ini bergelombang dengan tingginya, sama seperti perahu ku yang tampak mulai oleng. Dan akupun berteriak "Teman, benarkah jalan kita?"

Tuhan redakanlah gelombang dalam hatiku, Tuhan berikan arah pada ku dan teman ku, aku tidak ingin kami salah jalan. Tuhan, masihkah Kau memandangku? Sudah berpalingkah? Masihkah Kau menyertai ku? Sudah lelahkah? Masihkah Kau jadi terangku yang tidak padam dan tidak seperti lampuku?

Tuhan, aku mohon tetaplah jadi pelita abadi ku
Tetaplah tampar ketika aku salah dalam melangkah, karna di situ aku yakin Kau tetap bersama ku dan di situ aku tau aku salah. Di situ aku tau Kau berlari hendak menggendong ku dan di situ aku tau, Kau isi lampuku dengan terang Mu.

Mungkin di sini aku bisa menuangkan tiap takut yang ada dalamku. Mungkin di sini juga kau akan bingung dengan alur jalan ku yang tidak di mengerti. Mungkin di sini kalian akan berpikir "How stupid you are". Tapi di sini juga aku meminta maukah kamu berdoa untuk ku? Aku lemah tanpa Tukkanku, aku juga lemah tanpa doamu untuk Tuhanku.

Terima Kasih sudah menemani takut ku.

Ps: Janganlah takut, sebab aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yesaya 41 : 10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar